PENGEMBANGAN SOFT SKILL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP, MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING

PENGEMBANGAN SOFT SKILL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP, MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING
Oleh : Iyos Rosilawati, S.Pd
 
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Akhir-akhir ini,  bangsa Indonesia dihadapkan pada permasalahan multi dimensi yang menyentuh berbagai tatanan kehidupan mendasar manusia. Bukan hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, namun juga aspek sosial, budaya dan ahlak. Krisis pada aspek sosial khususnya sudah sampai pada bentuk yang cukup memprihatinkan. Penyimpangan perilaku sosial tidak hanya diperlihatkan oleh para siswa tetapi juga para mahasiswa, bahkan orang dewasa dalam bentuk perilaku-perilaku kekerasan, pemaksaan kehendak, pengrusakan, konflik antar kelompok serta tawuran. Berbagai bentuk kemiskinan sosial juga banyak diperlihatkan, seperti miskin pengabdian, kurang disiplin, kurang empati terhadap masalah sosial, kurang efektif berkomunikasi serta kurang disiplin. Hal itu menunjukkan adanya permasalahan pribadi dan sosial di kalangan masyarakat berpendidikan tinggi (Supriadi, D. 1997: 48).
Pada kalangan siswa SMP seperti juga masyarakat pada umumnya gejala masalah pribadi dan sosial ini juga tampak dalam perilaku keseharian. Sikap-sikap individualistis, egoistis, acuh tak acuh, kurangnya rasa tanggung jawab, malas berkomunikasi dan berinteraksi atau rendahnya empati merupakan fenomena yang menunjukkan adanya kehampaan nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Sesungguhnya dalam menghadapi kondisi yang demikian, pendidikan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar. Pendidikan dapat memberikan kontribuasi dalam mengatasi masalah sosial sebab pendidikan memiliki fungsi dan peran dalam meningkatkan sumber daya manusia. Sumber daya manusia dapat menjadi kekuatan utama dalam mengatasi dan memecahkan masalah sosial-ekonomi yang dihadapi, tetapi juga dapat menjadi faktor penyebab munculnya masalah-masalah tersebut. Naisbitt (dalam Fong 1999) menegaskan bahwa “ Education and traning must be a major priority, they are the keys to [...] Selengkapnya…

Memanfaatkan limbah kain untuk membuat dan menghias lenan rumah tangga

Memanfaatkan limbah kain untuk membuat dan menghias lenan rumah tangga
Oleh : Nani Runingsih
 
Mendengar kata limbah, semua orang tentu sudah tidak asing lagi, yaitu sisa dari bahan makanan atau minuman, baik yang berbentuk zat organik seperti sisa sayuran yang berdaun hijau atau bekas minuman yang terbuat dari plastik. Semua limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan-bahan yang berguna untuk keperluan hidup kita.limbah dari sayuran dapat dimanfaatkan untuk dibuat kompos sedangkan limbah dari plastik seperti minuman ringan dapat dibuat menjadi berbagai macam hiasan seperti : bunga, kerai jendela, figura dll. Dengan kreatifitas kita limbah tersebut ternyata bisa manfaat dan menghasilkan kebaikan yang bernilai ekonomis pula.
Nah sekarang bagaimana dengan limbah kain, bisakah dia juga kita manfaatkan? Tentu saja bisa. Bagi kalian yang kebetulan tempat tinggalnya dekat dengan penjahit pakaian atau penjahit kaos, Terkadang kita melihat tumpukan bahan karungan sisa-sisa kain yang tidak terpakai lagi dibiarkan begitu saja tanpa guna. Jika keadaan seperti itu ada di kota-kota besar tentu limbah kain tersebut akan diburu atau dicari orang untuk dibuat berbagai keperluan rumah tangga seperti : Keset, Lap tangan, Cempal panas, BedCover, Selimut Bayi, Hiasan Rambut Dll, sehingga akan memberikan tambahan penghasilan bagi sipenjahit dengan menjual limbah kainnya. Bagi kita yang jauh dari pusat kota, bisa memanfaatkan limbah kain tersebut dalam berbagai bentuk keperluan rumah tangga seperti yang telah disebutkan diatas, tentunya dengan memiliki kemauan dan kreatifitas yang tinggi dengan menggunakan ide-ide kita diatas perla kain atau limbah kain tersebut.
Untuk siswa kelas 7 SMP yang sekolahnya mengambil pelajaran Mulok Tata Busana, memanfaatkan limbah kain sangat [...] Selengkapnya…

Kalimat Verbal dan Nominal (Verbal and Nominal Sentences)

Kalimat Verbal dan Nominal (Verbal and Nominal Sentences)
Oleh : H. Nanang Kosim, S.Pd.I
 
Penggunaan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi tidak akan bisa lepas dari 2 hal yakni kalimat (sentence) dan kata (word). Oleh karenanya kita harus memahami apa itu kata dan apa itu kalimat agar kita bisa menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah atau aturan yang benar yang dalam Bahasa Inggris kita kenal dengan istilah GRAMMAR atau dalam bahasa Arabnya dikenal istilah NAHWU.
Kata adalah kumpulan huruf abjad yang memiliki arti, sementara kalimat adalah kesatuan  Subjec dan Predikat yang memberikan kepahaman kepada yang diajak berkomunikasi. Kita akan lihat perbedaan kata dan kalimat berikut ini:
-          I sleep
-          long sleep
Kedua contoh diatas adalah gabungan kata, akan tetapi hanya yang pertama yang bisa disebut sebagai kalimat. Mengapa? Karena contoh yang pertamalah yang memiliki subject dan predikat. Subjectnya adalah I dan predikatnya adalah Sleep yang berarti saya tidur. Sementara contoh yang kedua masih disebut kata karena tidak memiliki subject dan predikat, yang ada hanyalah gabungan kata long dan sleep yang artinya tidur panjang. Gabungan kata ini disebut kata majemuk atau compound
Ada beberapa jenis kata berdasarkan maknanya yaitu:
1.       Kata Kerja (verb); kata yang mengandung arti kerja/melakukan seperti, eat, study, go, do.
2.       Kata Benda (noun); kata yang mengandung arti benda seperti stone, student, farmer school,
3.       Kata Sifat (adjective); kata yang maknanya memberikan penjelasan kepada sesuatu seperti long, deep, sick, beauty
4.       Kata Keterangan (adverb); kata yang menjelaskan keadaan, seperti  here, there, yesterday .
5.       Kata bilangan; one, two.
6.       Kata ganti (pronoun) ;kata yang mengganti nama orang atau benda.
Kita [...] Selengkapnya…

Lingkungan Alam sebagai Media Pembelajaran Biologi

Lingkungan Alam sebagai Media Pembelajaran Biologi
Oleh : DIDIN WAHYU ROSIDIN, S.Pd.Bio.
 
Proses belajar mengajar merupakan kegiatan pelaksanaan kurikulum dalam suatu lembaga pendidikan, agar para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sesuai dengan tujuan pendidikan yang pada dasarnya mengantar siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku, baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. Di dalam mencapai tujuan tersebut, siswa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya melalui proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tersebut benar-benar dapat secara langsung berhubungan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Terlebih mata pelajaran biologi yang erat kaitannya dengan proses kehidupan nyata di lingkungan (purpose in empirical evidence).
Berbagai macam upaya pemerintah untuk mengoptimalkan motivasi dan hasil belajar biologi diantaranya menyediakan alat peraga biologi, penataran-penataran guru dan penyempurnaan kurikulum, namun hasilnya masih belum sesuai dengan yang diharapkan.
Ada 3 (tiga) peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan.
Pertama : Peranan Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Sebagai pengajar dan pendidik, guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Itulah sebabnya setiap adanya inovasi pendidikan selalu bermuara pada guru. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Moh. Uzer Usman (2004 : 7) bahwa, “Keberhasilan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengeh-tengeh lintasan perjalanan zaman dengan kemajuan teknologi dan segala pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri”.
Dalam prakteknya peranan guru harus mampu mengaplikasikan seluruh kemampuan ketika proses pembelajaran berlangsung, diantaranya membuat perencanaan konkrit dan detail, menyiapkan materi, memilih [...] Selengkapnya…

PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS DALAM PEMBELAJARAN PAI

PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS DALAM PEMBELAJARAN PAI
Oleh : Drs. Agus Nugraha, M.Pd.I
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Islam pada tingkat SMP diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial.
Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan perubahan yang muncul  dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun global.
Permasalahan pembelajaran PAI  diantaranya ;  pembelajaran masih berorientasi pada guru (teacher centered), pemilihan model dan media pembelajaran yang kurang tepat,  kompetensi guru yang belum merata, pembelajaran lebih banyak memuat aspek kognitif pada tingkat rendah dan terpusat pada hapalan. Akibatnya pelajaran PAI lebih memberikan kesan  sebagai pelajaran hapalan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran Agama islam  tersebut yang  mencakup [...] Selengkapnya…